Kamis, 22 November 2018

Dalil Sunnah Meruqyah Dengan Garam



DALIL SUNNAH MERUQYAH DENGAN GARAM

(Sumber Gambar: CNN Indonesia)


Berkaitan soal Garam ini dalam buku karya ustad Musdar tambusai , berjudul Ensiklopedia jin sihir dan perdukunan membahas lebih lanjut bahwa

Syaikh Muhammad bin Abdillah Al-Imam mengomentari fenomena penggunaan garam untuk mengusir jin secara panjang lebar dalam bukunya Alikaaamt Ta ‘amul ma ‘al jinn wa Adaabur Rugua. katanya, ‘Peruqyah boleh menggunakan garam (yang dilarutkan) dalam air ruqyah jika diketahui ada manfaatnya dengan izin Allah.” Beliau menyebutkan hadis riwayat Imam Ath-Thabrani di atas sebagai dalil. kemudian beliau melanjutkan, “Menggunakan garam seperti itu dan semisalnya dibolehkan. Adapun menggunakan garam dengan cara perdukunan, hukumnya tidak boleh karena mengandung syirik. Seperti menggunakan garam untuk mengusir jin atau mengatasi penyakit ‘ain. Juga seperti menggunakan garam ketika mengiringi seorang pengantin perempuan keluar dari rumah walinya menuju rumah suaminya. Semua itu dilakukan dengan tujuan untuk mengusir jin.
Ulasan seputar khasiat garam , bisa dilihat dalam kitab al-thibb url-Nabawi” karya Syaikh Ibn Qayyim; Dinyatakan bahwa garam dapat menambah kualitas tubuh manusia dan makanan mereka, bahkan dapat menambah kualitas segala sesuatu yang dicampur dengannya, seperti emas ,dan perak (termasuk air yang dibacakan doa ruqyah.pen,)) karena garam mengandung unsur pembersih, unsur pengemulsi, penghilang lendir berat, penyerap, mengandung unsur yang memperkuat tubuh serta mencegah bau busuk dan kerusakan.”

Ibnu Sina berkata, “Garam berfungsi untuk menetralisir racun yang ada akibat sengatan Kalajengking (binatang berbisa lainnya). Karena dalam garam ada zat yang bisa menyedot dan menetralisir racun. Racun akibat sengatan Kalajengking mengandung unsur panas. Maka dari itu Rasulullah memadukan antara air yang dingin dengan garam yang bisa menyedot dan menetralisir racun, Racun yang ada dalam sengatan kalajengking mengandung unsur panas.

Peranan penting Garam dalamTubuh manusia, Manusia sangat memerlukan garam karena ia mengandung natrium,)“ berfungsi mengganti zat makanan lama dengan zat makanan baru. Kelancaran penukaran zat makanan bergantung kepada kadar natrium dalam darah yang beredar ke seluruh tubuh dengan menumpang pada sel darah merah. Bila kekurangan natrium, maka sel darah merah akan mengerut. Sebaliknya, iika kelebihan maka sel darah akan mengembang sehingga bisa melukai pembuluh darah itu sendiri” Jadi kandungan natrium dalam darah haruslah seimbang.

pada wanita, menimbulkan gangguan pada sel tubuh, bahkan mematikan fungsi sel jika berlebihan, lebih lanjut dalam buku berjudul Menyingkap Jin dan dukun Hitam Putih Indonesia mengulas bahwa

Dan cara ini merupakan pelajaran bagi kita, bahwa Pangobatan penyakit yang diakibatkan racun adalah dengan mendinginkan dan mentralisirnya.”

Sebagai tambahan informasi, dalam terapi ruqyah, garam yang direkomendasikan sejumlah ulama ialah garam Inggris dan garam gunung Himalaya. Syaikh Ibrahim “Abd al-“Alim memaparkan, “Garam ini (garam inggris-pen.) sangat membantu pasien agar bisa muntah ketika pasien tersebut terkena sihir melalui makanan dan minuman, yang cara pengeluarannya harus dimuntahkan. Maka dengan garam ini, . Insya Allah pasien dapat memuntahkan sihir atau guna-guna yang ada dalam makanan atau minuman tersebut.”

Tapi pengalaman penulis, penggunaan air campur garam dapur pun (”atrium klorida), lalu dibacakan do’a-do’a ruqyah, bisa membantu menuntaskan beberapa kasus gangguan jin atau sihir, biidzinillah. Hal itu menjadi bukti yang Sangat jelas bahwa Allah Swt yang memberikan kesembuhan, garam hanyalah Wasilah (alami).

Memakai garam ini sinergi pengobatan ruqyah syar’iyyaah dan terapi air campur garam, merupakan salah satu contoh sinergi 4 Pengobatan ilahiyyah dan alamiyyah_(produk alam yang telah disediakan Alla/9 dia; untuk kepentingan manusia). Sebagaimana llijelaskan dalam sejumlah riwayat bahwa Rasa/allah && . memadukan ruqyah dengan obat-obat yang sifatnya alami (herbal). Seperti habbatussauda , madu, dan ramuan alami lainnya salah satunya garam“

Para ulama yang memiliki perhatian khusus terhadap sistem pengobatan Nabi & seperti lbnu Qayyim Al-Jauziyyeah sepengetahuan penulis.-tidak pemah menjelaskan bahwa salah satu fungsi garam dapat mengusir iin atau mengatasi gangguan sihir. Wallaahu A ‘lam.

Berkaitan soal Garam ini dalam buku karya ustad Musdar tambusai , berjudul Ensiklopedia jin sihir dan perdukunan membahas lebih lanjut bahwa

Syaikh Muhammad bin Abdillah Al-Imam mengomentari fenomena penggunaan garam untuk mengusir jin secara panjang lebar dalam bukunya Alikaaamt Ta ‘amul ma ‘al jinn wa Adaabur Rugua. katanya, ‘Peruqyah boleh menggunakan garam (yang dilarutkan) dalam air ruqyah jika diketahui ada manfaatnya dengan izin Allah.” Beliau menyebutkan hadis riwayat Imam Ath-Thabrani di atas sebagai dalil. kemudian beliau melanjutkan, “Menggunakan garam seperti itu dan semisalnya dibolehkan. Adapun menggunakan garam dengan cara perdukunan, hukumnya tidak boleh karena mengandung syirik. Seperti menggunakan garam untuk mengusir jin atau mengatasi penyakit ‘ain. Juga seperti menggunakan garam ketika mengiringi seorang pengantin perempuan keluar dari rumah walinya menuju rumah suaminya. Semua itu dilakukan dengan tujuan untuk mengusir jin.

Dan harus diketahui bahwa yang mampu mengusir jin itu hanyalah Allah تعالى, sebagaimana dalam firman-Nya,
وَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرآنَ جَعَلْنَا بَيْنَكَ وَبَيْنَ الَّذِينَ لاَ يُؤْمِنُونَ بِالآخِرَةِ حِجَابًا مَّسْتُورًا

“Dan jika engkau membaca Al-Qur’an, Kami jadikan antara engkau dan antara orang yang tidak beriman dengan hari akhir sebuah tirai yang menutupi.” (Al-Isra’: 45)

Yang mendorong orang berkata bahwa garam itu untuk mengusir jin adalah sandaran mereka terhadap berita yang masyhur yaitu bahwa jin itu tidak memakan makanan bergaram. Maka dari sini mereka memahami bencinya jin terhadap garam. Yang HARUS DI PAHAMI adalah hanya Allah تعالى yang mampu mengusir segala gangguan jinnnya, melalui sebab memperbanyak dzikir dan doa.

Yang mendorong orang berpendapat bahwa garam dapat mengusir jin atau setan adalah keyakinan mereka terhadap khabar (baca: isu) bahwa jin tidak mau memakan makanan yang bergaram sehingga mereka memahami bahwa jin benci pada garam. Mereka (akhirnya) membangtm persepsi bahwa garam dapat mengusir jin. Ini merupakan kesimpulan yang sangat batil. Meski permusuhan iin kepada manusia sudah dimaklumi, tetapi yang dapat. mencegahnya hanya Allah dengan menjaga dzikir-dzikir yang syar’i.

Fatwa dari Syekh Abdullah bin abdirrahman bin jibrin ttg penggunaan air dan garam dlm ruqyah rumah.
(terjemahan bebas, semoga tidak ada polemik hasil tajribah penggunaan garam dalam terapi ruqyah)
———————————————–
Hukum penggunaan air dan semprotan garam di sudut-sudut rumah yang dihuni jin dan setan dan dianggap sebagai alasan sensorik dari tindakan pencegahan terhadap gangguan, insya Allah, karena mereka sering di sudut-sudut dan mereka membenci garam ?
Jawab :
Tidak ada yang salah menaruh garam dalam air sampai meleleh dan kemudian disemprotkan air tersebut sudut rumah di dalam dan luar dan itu telah telah di praktekkan dan memberikan manfaat dalam menjaga rumah dan mengusir jin dan selamat dari kejahatan mereka.
Dan mereka kadang bisa mengganggu beberapa pembaca dan terapis, oleh karena itu mereka dapat dapat menggunakan apa yang bermanfaat untuk pembentengan dari kejahatan kejahatan, untuk itu disyaritakan membaca beberapa zikir dan wird dan doa perlindungan lewat air dan kemudian taburi di rumah atau tempat tinggal jin dan setan dan itu bisa menjauhkan mereka, dengan idzin Allah, dan Allah Penyembuh.

Sumbernya dari sini..
http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=223544

Demikian ulasan tentang memakai Garam dalam ruqyah dan juga secara ilmiah penjelasannya semoga bermanfaat


https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=1956262547733791&id=529552057071521&__xts__[0]=68.ARC39HY2lEJ5m9I13xpnRCJ58b3PI_ZKeyV8smjENqut1pPZaCuiHtLOB_AvpONxwuikC2kn3yArTq31DIHURSSvhY3jD5kpNUT_36lEp_DPmyw3MK3lg7_u6PKthKB-edN5bOjf6vMaK41eEpaBhV1V7G2p4kTQSwGeoI9YLsI_6rRprQ8eiXgWHFoMVOcBQauAwaZH3JBInbSPXtNjHCpI0xgaGw3DLPjqywyrJY56TEidJ9i88kJNb7shrwYGGZeDo7udZga7K5-4ksVQjAIskR5_qBZGOvSli32lZ98ZVTsGU4H_PJAhVkkLFHd3SEiHHgA5acdo4raYkabttIsE8Q&__tn__=-R

(Sumber: Fans Page "Yayasan Ibnu Sina As-Syar'iyyah. 21 Oktober 2017)




















Senin, 29 Oktober 2018

HADIST LENGKAP MENGENAI POHON BIDARA

Informasi mengenai " bidara " (bahsa Arab : Sidr  =  سِدْرٍ  ) ini termaktub dalam al-Qur’an dan Hadits nabi sbb :

1. Surat As-Saba ayat 16, yang artinya sebagai berikut: ”Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon sidr.”(Q.S. As-Saba,16).

2. Surat Al-Waqi’ah ayat 28, yang artinya sebagai berikut: “Berada di antara pohon bidara yang tidak berduri.” (Q.S. Al-Waqi’ah,28).

3. Daun bidara untuk orang yang baru masuk Islam
Dalam hadits dari Qois bin ‘Ashim radhiyallahu ‘anhu,

أَنَّهُ أَسْلَمَ فَأَمَرَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَغْتَسِلَ بِمَاءٍ وَسِدْرٍ

“Beliau masuk Islam, lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkannya untuk mandi dengan air dan daun sidr (daun bidara).” (HR. An Nasai no. 188, At Tirmidzi no. 605, Ahmad 5/61. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

4. Daun bidara untuk memandikan jenazah
Perintah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Ummu ‘Athiyah dan kepada para wanita yang melayat untuk memandikan anaknya,

اغْسِلْنَهَا ثَلاَثًا أَوْ خَمْسًا أَوْ أَكْثَرَ مَنْ ذَلِكَ إِنْ رَأَيْتُنَّ ذَلِكَ بِمَاءٍ وَسِدْرٍ

“Mandikanlah dengan mengguyurkan air yang dicampur dengan daun bidara tiga kali, lima kali atau lebih dari itu jika kalian anggap perlu dan jadikanlah yang terakhirnya dengan kafur barus (wewangian).” (HR. Bukhari no. 1253 dan Muslim no. 939).

5.  Daun bidara untuk wanita haidh
“Dari Aisyah radhiallahu 'anha bahwa “Asma' bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tentang mandi wanita haidh. Maka beliau bersabda, "Salah seorang dari kalian hendaklah mengambil air dan daun bidara, lalu engkau bersuci, lalu membaguskan bersucinya...."(HR. Bukhari no. 314 dan Muslim no. 332)


6. Daun Bidara untuk ruqyah
Ibnu Katsir rahimahullah saat menafsirkan surah Al-Baqarah, ayat 102 yang bercerita mengenai fitnah syetan kepada nabi Sulaiman menyebutkan bahwa untuk mengobati sihir, Insya Allah sebaiknya kita mengambil 7 helai daun bidara, kemudian ditumbuk halus, lalu dicampurkan tumbukan daun tersebut dengan air, dan dibacakan ayat kursi, surat al-Falaq dan ayat-ayat lain yang bisa mengusir syetan.

    Begitu juga Al-Qurtubi menceritakan dari Wahab bin Munabih, beliau menyarankan untuk menggunakan 7 (tujuh lembar) daun bidara yang dihaluskan. Kemudian dilarutkan dalam air dan dibacakan ayat Kursi, surat al Kafirun, al Ikhlash, al Falaq dan an Naas. (Boleh juga dibacakan ayat-ayat al-Qur’an lainnya) Lalu tiup, dan hendaklah dia meminumnya sebanyak tiga kali, dan kemudian mandi dengan menggunakan sisa air tersebut. Dengan demikian, insya Allah penyakit (sihir) akan hilang. Dan jika perlu, hal itu boleh  diulang dua kali atau lebih, sehingga penyakit (sihir) itu benar-benar sirna. Hal itu sudah banyak dipraktekkan, dan dengan izin_Nya,Allah memberikan manfaat padanya. Pengobatan tersebut juga sangat baik bagi suami yang tidak bisa berhubungan badan karena terkena sihir.. 

   Imam Al-Bukhori dan Muslim telah meriwayatkan dari hadits Anas rodhiyallohu ‘anhu dari Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam dalam kisah Isro’ dan Mi’roj, Beliau bersabda: ”kemudian Jibril membawaku sampai di Sidrotul Muntaha, yang sedang diliputi sesuatu yang saya tidak mengetahuinya”. Dia berkata: “kemudian memasuki surga dan melihat didalamnya kubah-kubah yang terbuat dari mutiara dan tanahnya kasturi”.
     Dalam riwayat lainnya: “Diperlihatkan kepadaku Sidrotul Muntaha , buahnya seperti tempayan besar, daunnya seperti telinga gajah, dan di pangkalnya ada 4 sungai: dua sungai bathin, dua sungai dhohir, maka aku bertanya kepada Jibril, maka dia menjawab: adapun dua sungai yang bathin di surga dan dua sungai yang dhohir adalah sungai Nil dan sungai Eufrat..









Kamis, 18 Oktober 2018

Teh Daun Sirsak (Teh Celup Herbal)


TEH DAUN SIRSAK (Teh Celup Herbal)
  
100% DAUN SIRSAK TANPA CAMPURAN
Praktis dan Alami tinggal dicelup 


KHASIAT MENGOBATI PENYAKIT:
1.Kanker
2.Tumor
3.Kista
4.Keputihan
5.Kolestrol
6.Diabetes
7.Asam Urat
8.Darah Tinggi (Hipertensi)
9.Stress dan menambah stamina




 Teh Daun Sirsak terbuat dari bahan asli daun sirsak yang di olah dari daun pilihan dan pastinya sudah teruji di laboratorium universitas terlengkap di Gorontalo.






Informasi dan pemesanan: 0823-4500-2741

Herbal Serba Ruqyah


El-Mabda Herbal Shop Gorontalo
elmabdaherbal.blogspot.com

1. Minyak Zaitun Ruqyah
2. Sabun Bidara Ruqyah Asy-Syifa
3. Sabun Herbal Bidara Bidaraku
4. Teh Ruqyah Daun Bidara
5. Madu Ruqyah
6.Garam Ruqyah
7.Air Ruqyah